Sekundentraum

Exergie - butter dance

Lullaby for the ancestors

Love me tender

Why let the chicken run?

Tarung

The Promise

Alé Lino

The ballad of treasures

Boundaries that lie

The Black Ball

The Fermata

The Visible undone behaviour

Kleidungsaffe

Cruise control

Height of Limerence

My fingers are the triggers

I love you

Perception of patterns in timeless influence

The Seed

Silent Trip

Memorabilia

UGO

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

about
schedule
contact
 Video Works
 Installation
 Photography
Collaboration 
 |Performances|
 

MEMORABILIA

Performance

2008

This work is based on the intension to find the trails (sequences of marks left by somebody or something moving along the surface) of existing life or static objects or persons who are connected to my life journey.
It is an intension to activating personal process which seem to be frozen inside the memory container in my body. It is also an intension to research or find forthcoming possibilities to face the future. A challenge to be in the presence is to lose the past and being untied by the future. But pictures which remain in our memories are mostly still alive and influencing our presence.

I am interested to include socio-psychological methods used for analyzing someone’s life resistance, through confronting my physical and conceptual presence with other persons, other life objects, and static objects.

One of the important part of this work is to invite two friends who are also artists, to share their unfolded memories. The process of creating the work was depending on the memories they shared.

The concept of the project is to be continued by inviting other artists, and will need around 4 months to develop, and thus will result different visualization.

Bermula dari sebuah proses pengumpulan memori-memori ingatan, yang tersimpan dalam tubuh, yang tersimpan dalam darah dan otak kecil, bawah sadar, saya melihat ada sebuah pembentukan jaringan pola-pola tingkah laku yang mungkin adalah hasil dari pengumpulan-pengumpulan alami.
Pola-pola tingkah laku ini menjadi tajam dan jelas bentuknya ketika tubuh dikonfrontasikan dengan situasi yang mendorong aktifnya sebuah fungsi yang sifatnya melekat dalam watak.
Dari perjalanan hidup selama ini, terpisah secara geografis dari tanah asal, saya merasa masih belum selesai dengan masa lalu yang tertinggalkan. Masa-masa yang belum selesai dan mungkin tidak akan pernah selesai. Meninggalkan jejaknya, dalam tubuh dan dalam tingkah laku.
Rasa keinginan untuk mencari kembali, menggali lubang-lubang yang tak terkubur lagi, menelusuri jejak-jejak yang tertinggalkan menjadi semakin kuat.
Namun, bagaimana mungkin kita bisa kembali ke masa lalu?
Saya tersadarkan sejenak, bahwa nafasku adalah sebuah kencan yang kubuat dengan hidup. Tubuhku ini hanya pinjaman. Ketika otot-ototku bergerak, tergesek oleh nafas, memori-memori ingatan menjadi bermunculan, dan gumpalan daging ini, menampakkan keberadaannya. Di tubuhku ada peta-peta. Di dalam peta-peta itu ada arus yang mengalir, menyeret kenangan-kenangan masa lalu, mengonggokkannya di sela-sela rongga nafas dan tikungan-tikungan pembulu nadi.
Sebenarnya, apa arti tubuh ini tanpa tubuh yang lain? Apa arti nafasku ini tanpa ada nafasmu? Keberadaanmu membuat keberadaaku menjadi berarti. Dan masa lalu tidak pernah selesai karena hari ini masih ada.
Memorabilia adalah bagian kecil dari sebuah proses, untuk berhenti sejenak dan mencoba untuk mengingat, serta mengamati, gumpalan-gumpalan memori ingatan yang membekas dan masih ada di kedalaman tubuh.
Memorabilia mengajak keterlibatan pelakunya untuk melepaskan identitasnya sejenak dan membaca kembali memori-memori masa lalu sebagai sebuah proses pembentukan. Akhirnya, memorabilia, tidak akan pernah berhenti, karena besok akan menjadi hari ini dan sekarang menjadi masa lalu.


Performed at Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah (Cultural Centre of central Java), Surakarta Indnesia, on August 8th and 9th, 2008.

Invited artists: Fitri Setyaningsih (Choreographer/dancer) and Djarot Budidarsono (Choreographer, Theatre Director, Actor)

Duration of the performance: 3 hours

 


Performed at Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (Solo) Surakarta, Indonesia, August 8-9, 2008

Photo: Jauhari